Sebodoh-bodohnya keledai…

October 9th, 2013 § 0

Berabad-abad sejarah sebagai bangsa yang tidak mandiri memang sulit dilepaskan dari psyche kolektif masyarakat. Dalam kesadaran mereka, nasib dan masa depan mereka ditentukan oleh pemimpinnya, bukan hasil kerja mereka sendiri.

Pesan dari video di atas ini menyiratkan perspektif tersebut. Saat ini, nama Jokowi sepertinya memang sudah jadi jaminan laku. Bila menyimak komentar sebagian orang, seolah-olah kalau Jokowi jadi presiden Indonesia pasti akan makmur, maju dan adil seperti di surga. Rasa-rasanya tidak mungkin PDIP akan menyia-nyiakan aset politik seperti itu di pemilu tahun depan.

Pengunggah video berpesan begini.

Sejarah Republik terulang kembali….Ir Soekarno hrs diculik dan dipaksa pr pemuda yang mewakili daerah2 di Indonesia agar beliau mau memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia….

Padahal semua orang sudah tahu kelanjutan cerita itu. Si bung yang juga senang disebut Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi itu jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Ia anggap jutaan rakyatnya sebagai harta kekayaan pribadinya belaka, bukan sebagai individu yang merdeka. Ia cetak uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai kepuasan pribadi dan proyek-proyek mercu suarnya hingga uang itu tak lagi berharga. Semakin ia pandang pintar dirinya sendiri, semakin ia anggap bodoh jutaan rakyatnya, hingga tak ada jalan lain, harus ia atur semua hal sekecil-kecilnya dengan ‘demokrasi terpimpin’.

Satu hal yang mestinya diingat dari sejarah itu adalah kecintaan berlebihan pada figur seorang pemimpin adalah salah satu jalan menuju jurang kesahayaan, atau road to serfdom menurut Hayek. Cinta memang membutakan. Yang dicinta tak lagi terlihat celanya sejauh apa pun ia berubah.

§ Leave a Reply

What's this?

You are currently reading Sebodoh-bodohnya keledai… at The Gado-Gado Notes.

meta